Breaking News
Categories
  • Bisnis
  • Blog Website
  • Fashion
  • Investasi
  • Kesenian
  • Ketrampilan
  • Keuangan
  • Peluang Usaha
  • Pertanian
  • Public News
  • Seni Budaya
  • Teknologi
  • Tips
  • Uncategorized
  • Wisata
  • Siraman Adat Sunda, Tradisi Masyarakat dalam Pernikahan

    Jan 22 202420 Dilihat

    Siraman Adat Sunda

    Karya Seni – Siraman adat Sunda menjadi salah satu tradisi kebudayaan masyarakat yang terletak di wilayah Jawa Barat. Umumnya siraman dilakukan di berbagai kesempatan seperti acara tunangan sampai pernikahan. Bahkan siraman juga menjadi salah satu warisan budaya yang ada di wilayah Indonesia. Masyarakat Sunda sampai saat ini masih melaksanakan upacara yang memiliki makna mendalam tersebut.

    Siraman Adat Sunda yang Kaya Akan Nilai-Nilai Tradisional

    Masyarakat Indonesia memang memiliki berbagai ragam seni budaya yang patut untuk dilestarikan. Bahkan di era modernisasi dan perkembangan zaman seperti saat ini sebagian besar masyarakat masih melestarikan warisan budaya. Salah satu budaya yang masih lestari sampai saat ini yaitu upacara siraman. Masyarakat Sunda saat ini masih melakukan siraman yang kaya akan nilai-nilai tradisional.

    Siraman ini merupakan upacara yang dipercaya memiliki kekuatan untuk membersihkan dan menyegarkan jiwa. Tujuan utama dari upacara siraman yaitu untuk membersihkan pikiran dan tubuh. Selain itu juga untuk mendatangkan keberkahan kepada individu yang menjalankannya. Upacara siraman memiliki makna mendalam seperti sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada leluhur dan alam semesta.

    Siraman juga melambangkan proses pemurnian dan pembersihan jiwa dari semua dosa dan keburukan. Melalui siraman ini seseorang diharapkan memulai fase baru dalam kehidupan dengan pikiran yang jernih dan pikiran suci. Berikut ini merupakan beberapa tahapan dalam upacara siraman Sunda:

    Ngecagkeun Aisan

    Tahapan siraman adat Sunda yang pertama yaitu ngecagkeun aisan. Calon pengantin wanita keluar dari kamar secara simbolis diais (gendong) oleh ibu. Sedangkan Ayah berjalan di depannya dengan membawa lilin menuju tempat sungkeman. Tahapan ini memiliki makna bahwa orang tua bertanggung jawab pada anaknya.

    Sedangkan sang ayah yang memegang lilin memiliki makna bahwa ayah yang bisa memberi penerang dalam keluarga. Setelah sampai di tempat sungkeman kain gendongan dilepas oleh ayah dengan makna menyerahkan tanggung jawab yang akan digantikan oleh calon pengantin pria.

    Dipangkon

    Setelah mempelai sampai di tempat sungkeman, langsung duduk di pangkuan kedua orang tua dengan makna kasih sayang orang tua kepada anak yang tidak terbatas. Setelah itu calon pengantin berlutut dengan menghadap ke orang tua dan menyatakan isi hati.

    Ngaras

    Dalam tahapan ngaras, calon pengantin mencuci kaki kedua orang tua yang memiliki makna berbakti terhadap orang tua. Setelah itu calon pengantin menyemprotkan minyak wangi ke kaki orang tua dengan makna bisa membawa harum nama keluarga di tempat manapun.

    Pencampuran Air Siraman

    Kedua orang tua calon mempelai mencampur air siraman dengan 7 macam bunga wangi di dalam wadah. Perlengkapan siraman yaitu menggunakan dua helai kain sarung, satu helai handuk, dua helai selendang batik, baju kebaya, payung besar, bondu melati, sampai lilin.

    Ngabakan

    Tahapan siraman adat Sunda selanjutnya calon pengantin mendapat bimbingan dari kedua orang tua ke tempat siraman sambil menginjak 7 helai kain. Kemudian siraman dimulai dari sang ibu, ayah lalu orang-orang pilihan lainnya seperti kerabat atau teman yang sudah menikah dan memiliki rumah tangga harmonis. Jumlah penyiram harus ganjil seperti 7 atau 9 orang dan paling banyak 11. Sebagai penutup siraman, calon pengantin harus tersiram air wudhu oleh ayah yang melambangkan tidak boleh meninggalkan ibadah.

    Potong Rambut

    Selanjutnya memasuki profesi potong rambut dengan lambang wanita akan memperindah diri lahir dan batin. Pada tahapan ini calon pengantin juga akan melakukan pencukuran bulu-bulu halus di wajah, kuduk, membentuk amis cau/sinom, sampai membuat godek, serta kembang turi.

    Dulangan Pungkasan

    Pada tahapan ini berawal dari pemotongan tumpeng lalu kedua orang tua memberikan suapan terakhir kepada calon pengantin sebanyak tiga kali. Proses ini memiliki makna orang tua melepaskan anaknya untuk hidup mandiri dengan keluarga yang baru.

    Rebutan Parawanten

    Penutup siraman sunda melakukan prosesi rebutan parawanten yaitu seluruh tamu yang datang berebut sesuatu yang berada dalam tanah seperti kacang-kacangan, ubi, sampai jagung yang direbus. Selain itu para tamu juga akan berebut keripik atau rengginang. Prosesi ini memiliki makna untuk mendoakan calon pengantin supaya memiliki rezeki yang lancar, cepat mendapatkan keturunan, dan mudah dalam menyelesaikan masalah rumah tangga.

    Siraman adat Sunda memang memiliki makna mendalam dan juga berisi doa-doa untuk calon pengantin. Salah satu budaya tradisional masyarakat Sunda ini dilakukan dengan penuh hikmat menjelang pernikahan calon pengantin. Doa-doa melalui upacara siraman diharapkan terkabul untuk kebahagiaan pengantin.

    Share to

    Related News

    Kesenian Reog Ponorogo

    Kesenian Reog Ponorogo Berasal dari Prov...

    by Agu 17 2024

    Karya Seni Usaha – Kesenian Reog Ponorogo berasal dari provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sebagai...

    Warisan Kesenian di Jawa Tengah yang Wajib Dilestarikan

    Warisan Kesenian di Jawa Tengah yang Waj...

    by Agu 14 2024

    Karya Seni Usaha – Kesenian di Jawa Tengah telah menjadi bagian integral dari identitas budaya...

    cara melestarikan kesenian daerah

    Ini Dia Cara Melestarikan Kesenian Daera...

    by Agu 06 2024

    Karya Seni Usaha – Melestarikan kesenian daerah adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga i...

    Tanjidor Merupakan Kesenian Khas Betawi

    Tanjidor Merupakan Kesenian Khas Betawi ...

    by Jul 15 2024

    Karya Seni Usaha – Tanjidor merupakan kesenian khas yang telah menjadi bagian integral dari bu...

    Kesenian Khas Cirebon

    Kesenian Khas Cirebon: Warisan Budaya ya...

    by Jul 14 2024

    Karya Seni Usaha – Cirebon, sebuah kota yang terletak di pesisir utara Jawa Barat, menyimpan k...

    Upacara Adat Minangkabau

    7 Upacara Adat Minangkabau yang Masih Le...

    by Mei 23 2024

    Seniusaha.com – Suku Minang merupakan suku yang masih menjunjung tinggi adat dan tradisi. Ada ...

    No comments yet.

    Please write your comment.

    Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) must be filled.

    *

    *

    Are you human? Please solve:Captcha


    Other News

    Deposito Bank Digital vs Reksa Dana Pasar Uang

    Deposito Bank Digital vs Reksa Dana Pasar Uang,...


    Halo, sobat pebisnis dan investor seniusaha.com! Punya dana lebih tapi bingung mau ditaruh di mana agar tidak tergerus inflasi? Dua pilihan popu...

    12 Okt 2025
    Cara Membuat Website Gratis yang Menghasilkan Uang

    Cara Membuat Website Gratis yang Menghasilkan U...


    Cara membuat website gratis yang menghasilkan uang sangatlah mudah. Saat ini untuk mendapatkan uang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Teknolo...

    08 Jan 2023
    keindahan danau laut tawar

    Danau Laut Tawar Aceh, Daya Tarik, Rute, dan Ha...


    Danau Laut Tawar merupakan salah satu destinasi wisata di Aceh yang menyimpan sejuta keindahan. Udara yang sejuk dengan lingkungan asri menjadik...

    07 Mei 2024
    kesenian-di-bali

    Kesenian Tradisional Bali yang Belum Banyak Ora...


    Kepopuleran kota Bali sebagai destinasi wisata dengan kekayaan alam dan seni budayanya tak perlu diragukan lagi. Namun ternyata ada beberapa kes...

    07 Jul 2023
    ide-bisnis-ramadhan

    Ide Bisnis Ramadhan Ini Bisa Jadi Peluang Usaha...


    Bagi kebanyakan orang, bulan Ramadhan biasanya dihabiskan dengan kegiatan konsumtif seperti belanja baju lebaran, belanja kue lebaran, dan belan...

    28 Jun 2018
    back to top